Sabtu, 26 Maret 2016

Jadilah laiknya PENSIL

Pelajaran dari Pensil
PENSIL, ya!!! pensil.
adakah dari kita yang tidak mengenal pensil? gambar diatas merupakan contoh dari gambar "Pensil" [kali aja ada yang gak kenal]
lalu? ada apa dengan pensil? kenapa Permata harus jadi seperti pensil? bukan kah pensil itu benda mati? dan bukan kah selaku anak Tuhan, Permata (Manusia) merupakan salah satu ciptaan Tuhan yang paling sempurna?

Ya... anda benar.
tapi penulis sangat tertarik dengan bahan khotbah dari Pdt. Alexander Simanungkalit, S.Th. di GBKP Runggun Harapan Indah dengan Thema "Bersorak Sorai lah oleh karena pengharapan.

baiklah, mari kita mulai saja ya teman-teman, kenapa kita harus laiknya seperti pensil?
  • Pensil Sebagai Pengaharapan tidak Menolak untuk digoreskan.
pensile tidak akan pernah menolak untuk digoreskan, ya. karena dia benda mati, dan tentunya tujuan nya diciptakan juga tak lain untuk digoreskan. sebagai anak Permata, hendaknya kita juga sama seperti pensil ini. selaku anak anak Tuhan dan penerus gereja kita,  kita memang mau untuk dipakai dan tidak pernah menolak untuk untuk digoreskan dalam penyebaran dan/atau pelayanan untuk Melayani Tuhan.
  • Terkadang Salah dalam menggores.
tentu kita juga pernah menggunakan pensil dan salah dalam menggoreskannya, maka sebagai permata yang dibentuk dengan tujuan untuk Melayani Tuhan kita, jangan pernah takut untuk salah dan juga ketidak mampuan untuk melayani-Nya. karena sesungguh nya kita semua sama, jika mereka bisa, maka kita pun pasti bisa. Salah soal biasa, tidak ada manusia yang luput dari salah, untuk itu dengan keteguhan hati, dan kemauan berpengharapan serta meminta perlindungan dan tuntunan dari Yesus kita, maka tiada yang tak mungkin, semua dapat kita lalui dengan Nya.
  • Kebutuhan akan penghapus.
sama halnya dengan manusis (permata). bukan kah ketika pensil salah digoreskan, mka kita akan segera menghapus kesalahan itu dan kembali mengulangi dan memperbaiki kesalahan tersebut hingga benar? begitu juga dengan kita. kita selaku Permata juga butuh "Penghapus". penghapus disini memiliki arti yang luas. tapi yangterpenting, seperti halnya pensil, ketika kita salah, dan jangan pernah kita malu untuk segera menghapusnya dan memperbaikinya. lalu siapa penghapus disini?
ya rekan kita, sesama pelayan Tuhan, sudah seugianya kita untuk dapat saling mengingatkan dan saling menghapus kesalahan teman kita denga mengingatkan nya dan "bukan menjauhinya apalagi menjatuhkannya". Karena Tuhan pun tak pernah meninggalkan kita hanya karena kita salah.
  • Rautan Untuk mempertajam
apa hubungan nya Rautan?
ya, pensil tak pernah bisa terpisahkan dari rautan. karena mereka justru saling memahami, dan saling membutuhkan (seperti kamu dan dia,    cieeee.......)
demikian juga halnya dengan permata selaku mahluk sosial, yang tidak akan bisa melakukan segalanya sendirian, apalagi berbicara soal pelayanan? ada masa ketika kita terjatuh dalam pelayanan sehingga menjauhkan kita dari semua yang dicintai Yesus, dan saat itulah kita butuh orang yang dapat mensupport kita dalam gairah pelayanan (Tidak selamanya yang penulis maksud adalah pacar yaa...) terkadang disaat kedekatan dan keimanan kita sudah mulai tumpul maka seperti halknya pensil, kita juga harus diraut, dengan menjalin HPDT, Hubungan Pribadi Dengan Tuhan.
  • yang terpenting, ISI PENSIL.
dari semua bagian dari pensil, yang terpenting adalah Isinya. ya, karena tanpa isinya (bagian intinya) pensil takkan dapat dituliskan. dan tidak akan berguna, dan seperti kata Tuhan, ketika anggur sudah tidak dapat menghasilkan buah lagi, maka haru di tebang. pada Permata, Inti pensil di ibaratkan dengan HATI. sama halnya dengan pensil, bila hati sudah tak berpengharapan maka hidup sudah tak lagi ber'arti. maka inti pensil diartikan dengan "Hati yang Berpengharapan".

semoga kita permata juga sama seperti pensil, yang selalu berpengharapan dan semakin bertumbuh, dan mau untuk melayani-Nya. Yesus Itu Baik...
selamat Melayani Man bandu Pengurus Permata HI periode 2016-2018, saling menguatkan dalam pelayanan ndu, dan semangat untuk mengajak dan menghidupkan kembali kesatuan kita Permata Harapan Indah.
demikian juga untuk Permata se-Indonesia, semangat untuk melayani-Nya.
Tuhan Yesus memberkati kita. Amin




David SN Ginting

Rabu, 25 Maret 2015

Merga Silima, Rakut sitelu, Tutur Siwaluh




Merga Silima
Ini merupakan Paduan pokok masyarakat karo dalam kesehariannya, dimana kata tersebut mengartikan : merga silima / Dalam Suku Karo ada 5 marga Pokok :

 1. Karo-Karo 
 2. Ginting 
 3. Tarigan 
 4. Perangin angin 
 5. Sembiring

inilaah kelima marga dalam suku Karo. Namun demikian kelima marga ini masih memiliki lagi beberapa Sub marga lagi yang penjabaran nya akan memakan waktu, dalam hal ini penulis menganggap kalau pembaca sudah memahaminya. dan pada dasarnya dari kelima marga itu, hanya Sembiring lah yang bisa menikahi Sembiring, dan Sebayang juga sebenarnya bisa menikahi perangin angin, namun hal ini sudah sangat jarang ditemui. beda halnya dengan kelompok marga sembiring, yang saling mengambil(menikahi) walau sesama marga. 

Rakut Sitelu

Rakut Sitelu merupakan makna kata "Tiga Pengikat". maksudnya didalam suku karo ada tiga pengikat kedekatan dalam kekeluargaan. yaitu:
  1.  Kalimbubu
  2. Sembuyak/Senina
  3. Anak Beru
  • Kalimbubu dipanggil kepada marga pemberi istri/ Beru Nande / Bebere kita. karena kalimbubu merupakan orang yang dihormati dalam orang karo, maka timbul lah istilah "kalimbubu adalah dibata ni idah"/ maksudnya bukan berarti mendewakan/ menuhan kan kalimbubu, tapi lebih kepada setiap oran Karo, wajib menghormati Kalimbubu nya, hal ini adalah tak lain dari bentuk penghormatan kepada mereka marga pemberi Istri pada seseorang. namun pada Perempuan karo, dikatakan kalimbubu adalah semua yang memiliki marga yang sama dengan beru nya/ marga ayahnya.
  • Sembuyak/senina, dipanggil kepada mereka yang semarga. Sembuyak merupakan gabungan dari dua kata, yaitu : Se - Mbuyak. Se artinya satu dan Mbuyak artinya Perut/Rahim. Sembuyak artinya Orang yang lahir dari perut yang sama (saudara Kandung), Berbeda hal nya dengan senina, Senina biasa dipanggil kepada orang orang yang bermarga sama, atau pun memiliki hubungan kekerabatan dari pihak isteri, atau Ibu. namun demikian, dalam pengaplikasian nya, orang Karo cendrung memanggil yang semarga juga dengan sebutan Sembuyak, hal ini disebut dengan istilah "Si ndauh ipedeher", Hal ini lah yang menunjuk kan sifat orang \karo yang terbuka kepada kalayak luas. Senina didalam karo juga terbagi menjadi 3:
    • Senia (Semarga/ Ayah atau nini bulang arah Bapa/ kakek dari ayah adik kakak)
    • Senina Sipemeren ( Dikatakan Sipemeren dikarena kan ibu Kandung mereka Bersaudara / Ibu mereka semarga )
    • Senina Siparibanen ( Dikatakan siparibanen, krena Isteri mereka Semarga/Adik kakak )
  • Anak beru, Merupakan panggilan tutur kepada mereka yang menikahi Gadis yang semarga dengan kita (cowok)/ yang menikahi adik dari seseoraang. dalam anak beru juga banyak sub nya, dan hal ini di pakai dalam peradatan Karo,
    • Anak Beru Sipemeren
    • Anak Beru Mentri / Minteri
    • Anak Beru Singukuri
Tutur Siwaluh
 didalam suku karo ada yang disebut orat Tutur. orat tutur merupakan salah satu cara menyatukan/mengaitkan kekerabatan dalam suku karo, hal ini karena didalam suku karo sangat kental sekali budaya musyawarah mufakat. dengan mengaitkan orat tutur, maka masalah kecil dapat di omongkan secara kekeluargaan, karena sudah mendapat kaitan dari orat tutur, maka masalah akan di kerucutkan, hal ini karena di suku karo, tutur itu masih sangat dipakai, walau dalam perkembangannya tidak sekomplit jaman dulu lagii, bahkan tidak sedikit Orang karo yang lupa/ bahkan tidak tahu lagi dalam bertutur. (Dilain Waktu Kami Posting).
tutur siwaluh adalah:
  1. Sembuyak
  2. Senina
  3. Senina Sipemeren
  4. Senina Siparibanen
  5. Anak Beru
  6. Anak Beru Mentri (Minteri)
  7. Kalimbubu
  8. Puang Kalimbubu
inilah merupakan penjelasan Merga Silima Rakut Sitelu dingen Tutur Siwaluh.
Mejuah-Juah man banta kerina.



David SN Ginting

Rabu, 19 November 2014

[Berita Foto]Kegiatan "PERTAMBAR" ( Pengalo ngalon Permata Mbaru ) GBKP HI di Villa Nusa Tirta, Ciloto/Puncak.

Keberangkatan Tgl 14 Nov 2014 dari GBKP HI

Sesampainya di villa Nusa Tirta & Laporan Kpd, Pdt. AJ Tarigan.

menyalakan Api, untuk menghangatkan Badan.

Kbaktian Out Bond'

Bernyanyi Bersama, Memuji Yesus


Singer dan Gitaris memimpin ibadah.





INTI. Ibadah Pertambar

Ibadah Pertambar


Pdt. A.J. Tarigan membawa Kebaktian Pertambar

Permata Baru yang ikut ke Puncak.

Penyerahan Bingkisan Kepada Permata Baru, oleh Pdt. A.J tarigan, Ketua Permata ( David SN Ginting ), & Ketua Panitia Pertambar ( Suryadi Ginting )

Pemberian Bingkisan Oleh Pdt. A.J Tarigan


Pemberian Bingkisan Oleh Ketua Permata



Foto Bersama Permata Baru dan Ketua Pertambar, Ketua Permata HI dan Pdt. A.J Tarigan


Foto Bersama Permata Baru dan Ketua Pertambar, Ketua Permata HI dan Pdt. A.J Tarigan


Foto Bersama Permata Baru dan Ketua Pertambar, Ketua Permata HI dan Pdt. A.J Tarigan


Pdt. A.J Tarigan ( Ibadah Penutup Pertambar )

Relaxasi

Games

Games

Games

GAmes

Games



Pemenang Games Naga


Games Memindahkan air ke Botol



Potong Ayam, Acara BB.

nyantai beeee....

Ibadah Minggu

Ibadah Minggu dibawakan oleh KOMPER ( Komisi Permata )

Komisi Permata GBKP Rg HI


Acara Sesi Foto²

Foto Bersama

Foto Bersama

Permata Dilaki & Komper

Permata Diberu & Komper


Footsal Team ( Katanya )

Permata Karo-Karo & Br Karo

Ginting & Br Ginting




Trio Pelangkah





Acting